Ketika Hobby dan Obsesi berpadu

Bis…???

Mungkin sebagian orang bertanya-tanya tentang apa sih menariknya bis itu?

Ya, begitulah pertanyaan yang sering kali dilontarkan kepada saya khususnya dan mungkin kepada rekan-rekan bismania.org umumya, saat kita ditanya oleh sahabat, pacar, ataupun orang-orang yang baru kita kenal pertama kali pun saat menjelaskan kepada mereka bahwa salah satu hobi yang kita sukai adalah bis.

Bis merupakan salah satu transportasi umum darat yang digunakan untuk bepergian ke luar kota, dalam kota, atau bahkan luar negeri sekalipun seperti yang ada pada bis-bis di pulau Kalimantan. Bis yang ada di Indonesia umunya memiliki 6 roda yang terdapat pada 2 as roda. Namun untuk bis-bis di luar Indonesia ada yang memakai 3 as roda dan umumnya mempunyai panjang yang lebih dari bis yang ada di Indonesia. Di Indonesia sendiri penggunaan bis dengan 3 as roda masih belum diperbolehkan. Selain itu regulasi yang lainnya adalah bahwa setiap bis yang ada di Indonesia harus memiliki 2 buah pintu penumpang. Sedangkan di luar negeri umumnya menggunakan 1 pintu penumpang yang berada di depan maupun di tengah.

Perusahaan otobus yang ada di Indonesia umumnya membeli bus masih dalam bentuk chasis, kemudian mereka membawa chasis tersebut ke perusahaan karoseri seperti Rahayu Santosa, Adiputro, New Armada, Morodadi Prima, Laksana, dan lain sebagainya. Namun bagi perusahaan otobus yang mampu, mereka bisa membeli bis dalam bentuk CBU (Complete Build Up) seperti yang dilakukan oleh Po. Nusantara saat membeli Scania Irizar dari Swedia ataupun seperti yang dilakukan oleh OBL Safari Dharma Raya saat membeli Kinglong dari China. Tentunya untuk mendatangkan bis CBU diperlukan kantong yang dalam bro…

Chasis yang banyak beredar di Indonesia berasal dari pabrikan-pabrikan yang cukup punya nama di Indonesia seperti Mercedez Benz, Volvo, Hino, Scania, Hyundai, dan Kinglong. Untuk bis eksekutif biasanya menggunakan mesin Mercedez Benz dan Scania. Hal ini dikarenakan pada kenyamanan yang ditawarkan dan tentu saja gengsi dari perusahaan otobus itu sendiri. Apalagi jika bis tersebut dilengkapi dengan Air Sus tentunya semakin maknyus tunggangannya dan maknyus juga harga tiketnya…

Namun sekarang Hino pun sudah memperbaiki kualitas mereka dan mulai banyak perusahaan otobus yang menggunakan chasis Hino untuk diimplementasikan pada bis eksekutifnya.

Jika Anda menemukan tulisan Euro 3, Euro 4, ataupun Euro 5, Anda tidak perlu bingung. Itu hanyalah sistem emisi gas buang saja. Bukan merupakan chasis, karoseri ataupun mesin yang dipakai. Di Indonesia sendiri para perusahaan otobus sudah menggunakan emisi Euro 3 pada armadanya. Walaupun sebenarnya di Eropa sekarang sudah menggunakan Euro 5 yo ndak jadi masalah…

Sebenarnya salah satu obsesi saya yang berkaitan dengan hobbi saya sebagai pecinta bis adalah menjadi seorang supir bis. Namun sepertinya obsesi saya ini belum bisa menjadi kenyataan mengingat, SIM aja tidak punya, bagaimana mau merealisasikannya…???

Bisa-bisa saya ditimpukin penumpang saya karena ga punya SIM dan di cap supir gadungan, hehehe…

OK karena sampai sekarang obsesinya belum kesampean. Makanya saya menuangkan obsesi tersebut ke dalam dunia game…

Mau tau aksi bismania saat me-ngeblong bis-bis lain, tentunya gak kalah sama supir aslinya, ga nonton nyesel lho…

OK, lets check this video…

Gambar Nusantara Scania Irizar CBU from Sweden

Gambar OBL Safari Dharma Raya Kinglong XMQ 6900

And then… This is OBL Kinglong’s driver,…

Gambar Chasis Hino RK8 R260 milik Po. Nusantara

Gambar koleksi miniatur bis

Tahap 4

Rekruitasi tahap 4 adalah sebuah mimpi buruk bagi saya karena saya tidak bisa fokus pada tes tahap 4 tersebut. Pada tes tahap 4 ini setiap Calas diberi waktu total 45 menit untuk mengerjakan 3 soal menggunakan 3 software yaitu Map Info Professional 8, Visual Basic 6, dan Microsoft Office Access 2007. Setiap soal harus dikerjakan dalam waktu 15 menit.

Pada soal pertama, saya harus membuat peta tematik dengan Map Info Professional 8 dengan berbagai ketentuan yang ada pada soal. Soal kedua, saya harus mengisi syntax-syntax Visual Basic dari suatu aplikasi GIS berbasis desktop agar aplikasi tersebut bisa berjalan lagi. Dan pada soal ketiga saya harus membuat suatu aplikasi database dengan Microsoft Access 2007. Sialnya mendadak otak saya “ngeblong” dan lupa tentang semua hal yang telah saya pelajari di Map Info dan Visual Basic. Hal ini karena ada suatu kejadian pada siang hari yang menyebabkan saya harus menyita waktu lama di tengah teriknya matahari dan kemacetan kota Bandung dengan berkeliling-keliling dari Pasar Baru sampai Kopo hanya untuk mencari sebuah paket kiriman. Sehingga saat tes hal yang saya pikirkan hanya sebuah paket… paket… dan paket … saja.

Selain itu saya juga tidak menyangka jika pada tes software yang ketiga saya harus mengerjakan sebuah aplikasi database dengan Microsoft Office Access 2007. Pada tes software yang ketiga tidak semua Calas mengerjakan hal yang sama di aplikasi yang sama. Karena setiap Calas diberi tugas masing-masing, ada yang disuruh menggunakan Photoshop, Coreldraw, PHP, Microsoft Access, dan sebagainya. Sebenarnya membuat aplikasi database dengan Ms. access ini pernah saya lakukan juga sebelumnya saat masih duduk di bangku kelas 2 SMA. Namun karena ilmu tersebut jarang saya refresh kembali alahasil saya pun lupa lagi, alamak… Sungguh kacau balau saya pada tes tahap 4 ini… Galau… Galau… Galau…

Tahap 5

Rekruitasi di tahap 5 adalah rekruitasi yang sangat saya sukai. Di tahap ini semua Calas harus merakit PC mulai dari awal hingga PC tersebut bisa dioperasikan.  Semua Calas di tanyai satu per satu oleh Asisten Lab tentang bagian-bagian yang terdapat di dalam casing PC. Mulai dari komponen-komponen pada motherboard, optical drive, power supply, harddisk, dan sebagainya. Karena kegemaran saya mengoprek komponen-komponen hardware komputer maka saya bisa melalui tes ini dengan sukses. Sehingga seluruh pertanyaan yang ditanyakan oleh Asisten, hampir semuanya saya jawab dengan benar.

Selain merakit PC, pada tahap ini Calas juga di test tentang cara mensetting IP address, setting proxy dan port pada browser Mozilla firefox dan Internet explorer, membuat dan setting VPN, membuat map network drive, mensharing file, membuat printer sharing, dan melakukan ping kepada gateway gedung C lantai 3. Operating System yang dipakai oleh PC ini adalah Windows Seven. Jujur saya agak merasa kebingungan saat setting pertama kali. Karena saya memakai OS Windows XP Professional SP3 pada PC di kosan. Sehingga saya kurang begitu friendly dengan Windows Seven. Tetapi hal ini tidak membuat saya putus asa untuk terus berusaha agar bisa melaksanakan tes ini. Dan Alhamdulillah saya bisa melaksanakan tes di tahap ini dengan sukses. Semoga pada tes tahap 6 nanti hasilnya akan lebih sukses dari tes tahap 5 ini. Amin… ^_^

Cara Instalasi AutoCAD Map 3D 2010

AutoCAD Map 3D adalah suatu mapping software yang menyediakan akses data yang dibutuhkan untuk perencanaan infrastruktur, design, dan kegiatan pengelolaan. Software ini banyak membantu para profesional yang bekerja dalam bidang transportasi, pengembangan lahan, air, dan proyek-proyek tentang energi agar menjadi lebih mudah. Dalam kesempatan kali ini saya akan membahas mengenai cara instalasi AutoCAD Map 3D 2010. Namun sebelum melakukan instalasi, Anda sebaiknya memperhatikan terlebih dahulu system requirements yang dibutuhkan software ini. Adapun system requirements yang dibutuhkan adalah sebagai berikut:

Ø  32-bit Hardware and Software Requirements

Operating System Windows XP Professional Edition SP2 or later

Microsoft Windows Vista SP2 or later (including: Windows Vista Enterprise, Business, Ultimate)

Browser Internet Explorer 7.0 or later

CPU type Windows XP – Intel Pentium 4 or AMD Athlon Dual Core

Processor, 1.6 GHz or later with SSE2 technology

Windows Vista – Intel Pentium 4 or AMD Athlon Dual Core

Processor 3.0 GHz or later with SSE2 technology

Memory Windows XP – 2 GB RAM

Windows Vista – 2 GB RAM

Display Resolution 1280 x 1024 32-bit with True Color, 128 MB or greater

DirectX 9.0c or later

Hard disk DVD – Installation 3 GB

Downloaded file – Installation 6 GB

2 GB free hard disk space available not including installation

Ø   64-bit Hardware and Software Requirements

Operating System Windows XP Professional x64 Edition SP2 or later

Microsoft Windows Vista Enterprise SP1

Browser Internet Explorer 7.0 or later

CPU type AMD Athlon with SSE2 technology

AMD Opteron with SSE2 technology

Intel Xeon with Intel EM64T support and SSE2 technology

Intel Pentium 4 with EM64T support and SSE2 technology

Memory 4 GB RAM

Display Resolution 1280 x 1024 32-bit with True Color, 128 MB or greater

DirectX 9.0c or later

Hard disk DVD – Installation 3 GB

Downloaded file – Installation 6 GB

2 GB free hard disk space available not including installation

Setelah system requirements dipenuhi, selanjutnya adalah instalasi AutoCAD Map 3D 2010. Untuk lebih jelasnya silakan Anda mengikuti langkah-langkah berikut ini:

Pada instalasi kali ini, installer-nya berbentuk image files. Sehingga kita harus membuka CD and DVD Burning Software seperti Alkohol 120%, Daemon Tools, UltraIso, dan lain sebagainya. Saya menggunakan Alkohol 120% agar bisa men-load isi dari image files tersebut. Setelah mengklik icon Alkohol 120% maka akan tampak tampilan seperti berikut:

Kemudian klik File – Open – dan arahkan ke directory yang digunakan untuk menyimpan image files (installer) tersebut, lalu klik Open.

Apabila image files tersebut telah dibuka maka selanjutnya klik kanan pada image files tersebut, pilih Mount on Device lalu arahkan ke directory virtual CD/DVD ROM seperti yang nampak pada gambar di bawah ini.

Pilih Install Products untuk melakukan instalasi AutoCAD Map 3D 2010. Jika dibutuhkan Anda juga bisa menginstal Tools and Utilities.

Setelah mengklik Install Products, pada Select the Products to Install, check list AutoCAD Map 3D 2010 dan Autodesk Design Review 2010. Apabila sebelumnya Anda telah menginstal Autodesk Design Review 2010, Anda lebih baik tidak melakukan check list pada option Autodesk Design Review 2010. Kemudian klik Next untuk melanjutkan instalasi.

Saat mengisi Accept the License Agreement, isikan Country of Region berdasarkan berada di negara mana Anda bertempat sekarang. Kemudian pilih I Accept, lalu klik Next.

Jika Anda tidak memiliki Serial Number dan Product Key yang asli dari Autodesk, maka sebaiknya Anda mengisi Serial Number dan Product Key tersebut dengan angka 0 (nol) semua yang menandakan bahwa Anda berada dalam mode Trial Software. Karena saya tidak memiliki Serial Number dan Product Key yang asli dari Autodesk maka dalam instalasi kali ini saya berada dalam mode Trial Software. Selanjutnya klik Next dan instalasi pun berlangsung seperti yang ada pada gambar di bawah ini.

Setelah instalasi selesai, kemudian klik Finish. Agar AutoCAD Map 3D 2010 yang Anda install bisa digunakan untuk selamanya (dalam artian tidak berada pada mode Trial), maka Anda harus meng-crack nya terlebih dahulu. Crack-nya berada pada folder NoPE yang berada di dalam installer AutoCAD Map 3D 2010 yaitu adlmint.dll. Lalu Copy adlmint.dll ke directory penginstalan, misalnya C:\Program Files\AutoCAD Map 3D 2010. Selamat mencoba dan Selamat menikmati AutoCAD Map 3D 2010.

C.M.I.I.W ^_^

Tampilan Lembar Kerja AutoCAD Map 3D 2010

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.